The Miracle of Enzyme. Saat pertama membaca judul buku ini mungkin orang bisa bersikap skeptis, apalagi dengan tambahan sub-judul ‘Self-healing Program’. Namun bila kita lihat lebih jauh, dengan pengalaman penulisnya yang sudah melihat isi lambung dan usus lebih dari 300 ribu pasiennya, maka kita bisa pertimbangkan kebenarannya. Ya, sang penulis, Hiromi Shinya MD, adalah dokter pelopor pengobatan dengan kolonoskop, dimana alat ini dimasukkan ke lambung atau usus, sehingga polip atau tumor bisa diambil tanpa harus membedah perut pasien. Buku ini memberikan resep hidup sehat berdasarkan pengamatan perilaku, khususnya pola makan, para pasien tersebut.
Menurut Shinya, enzim memegang peranan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Sayangnya enzim ini bisa berkurang atau bahkan habis, karena digunakan untuk menetralisir racun atau zat asing lain yang masuk ke tubuh kita. Jadi inti dari pola hidup yang disarankan adalah menghemat enzim dengan cara mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak enzim dan menghindari asupan yang bakal menguras enzim.
Mitos dan Fakta
Anda umumnya tentu sepakat bila rokok dan alkohol perlu dihindari karena itu sebenarnya racun yang membuat tubuh bekerja keras menetralisirnya. Namun bagaimana dengan daging (termasuk ayam), susu dan produk turunannya (termasuk yoghurt, keju), margarin (produk nabati) ? Apakah kita perlu menghindarinya ? Jawaban Shinya-san adalah: ya, makanan tersebut tidak perlu dikonsumsi.
Dari pengamatan lambung dan usus orang yang mengkonsumsi makanan tersebut dibandingkan dengan yang hanya makan sayuran, terlihat bahwa dinding usus besar orang yang makan daging umumnya menjadi tebal dan kaku, juga bisa timbul polip yang berpotensi menjadi kanker (hal.57-58).
Susu termasuk makanan yang sulit dicerna. Kasein, yang membentuk sekitar 80% dari protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung sehingga menjadi sangat sulit dicerna. Selain itu, susu yang dipasteusisasi tidak mengandung enzim-enzim yang berharga, lemaknya telah teroksidasi dan kualitas proteinnya berubah akibat suhu yang tinggi (hal.100).
Bagaimana dengan margarin ? Walaupun terbuat dari minyak tumbuhan, namun kebanyakan minyak yang ada di pasaran diperoleh melalui metode ekstraksi kimiawi dan minyak yang disaring dengan metode ini berubah menjadi asam lemak trans. Makanan yang mengandung paling banyak asam lemak trans adalah margarin. Lemak trans ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat, serta berpotensi menyebabkan kanker, hipertensi, penyakit jantung (hal.119-122).
Sebaiknya Bagaimana ?
Menu makan yang disarankan terdiri dari 85-90% makanan nabati dan 10-15% protein hewani.
Makanan nabati sebaiknya 50% biji-bijian utuh (beras coklat, gandum utuh, sereal, kacang kedelai, kacang merah), 30% sayuran (sayuran hijau, kuning, umbi-umbian, kentang wortel, bit, sayuran laut), 5-10% buah-buahan.
Protein hewani sebaiknya dari ikan, telur, sedangkan unggas sedikit saja dan sapi, domba dibatasi atau dihindari (hal. 259-260).
Mengunyah 30-50 kali
Mengunyah mensekresi air liur. Enzim-enzim pencernaan yang terdapat pada air liur, jika tercampur makanan selama dikunyah, meningkatkan pencernaan dan penyerapan karena penguraian makanan berlangsung dengan lancar (hal.95). Karena itu dianjurkan untuk mengunyah makanan dengan baik, sekitar 30-50 kali kunyah tiap suapan. Untuk makanan yang sulit dicerna bahkan perlu minimal 70 kali kunyah.
Bagaimana, anda mau mencoba dan siap untuk lebih sehat ?
Ok, juga, tapi gimana yah kalau daging sapi dan domba harus dihindari, sementara dalam islam ada qurban, aqiqah, dll, yang kesemuanya dengan hewan domba, kambing ataupun sapi.
By: zindani on March 18, 2009
at 11:34 am
buku ini susuai dng hadis nabi unt mengunyah makanan min 30 kali
By: hasbul on May 15, 2009
at 10:58 am
wow, padahal aku pikir karena takut osteoporosis daku minum susu, tapi kok malah sebaliknya….GIIIIILLLAAAAAAAAAAAAAAA…..
By: Inu on June 10, 2009
at 9:14 am
Perlu tindak lanjut dari Menkes agar masyarakat berhenti memberikan susu bagi anak dan dirinya sendiri, jangan diam saja !!!
By: Harry Angga on June 21, 2009
at 7:14 am
untung aku ga suka susu… dan jadi makin yakin kalau vegetarian itu ok banget lo…
By: era zuriati on July 15, 2009
at 9:53 am
BAGAIMANA KANDUNGAN GIZI YG ADA PADA SUSU?….APAKAH TIDAK ADA MANFAATNYA
By: hakeem on August 12, 2009
at 1:10 pm