Posted by: wisetoagung | January 13, 2009

Buku Hebat, Warisan Orang Hebat

cohen2The Art of the Leader. Saya mendapat copy buku ini secara tidak sengaja. Bulan Maret 1991, saat itu saya sedang menemui kawan di kantor pusat Perumtel (sekarang PT TELKOM) yang ada di Bandung. Kebetulan saat itu sedang ada event penting. Cacuk Sudarjanto, Dirut Perumtel saat itu, sedang mengadakan rapat pimpinan dengan para kepala wilayah dan pejabat tinggi lainnya. Beliau, suhu manajemen sekaligus pemimpin yang luar biasa, sedang membagikan ilmunya. Buku yang beliau baca diperintahkannya untuk dicopy dan dibagikan kepada para pejabat tinggi tadi. Nah, kebetulan walau hanya staf biasa, kawan saya bisa mendapat dua copy dan membaginya satu untuk saya.

Buku yang ditulis oleh William A. Cohen, Ph.D., seorang mantan militer alumnus West Point dan juga murid Peter Drucker ini memberikan tutorial yang sangat praktis sekaligus mampu memberikan sentuhan spiritual.

Maxims

Mari kita lihat beberapa maxim/prinsipnya.
Compensation, whether in the form of profit, salary, or job-satisfaction, is the by-product of your contribution to society. It is an error to make compensation the focus of your life’s work. Bayangkan, betapa dalam maknanya. Bila anda bekerja, janganlah fokus pada kompensasi (gaji, keuntungan, dsb) karena itu hanyalah hasil sampingan saja dari kontribusi anda ke lingkungan dimana anda berkarya. Bila hanya fokus pada kompensasi, maka anda tidak akan bisa mengeluarkan seluruh potensi yang anda miliki. Fokuslah pada hasil terbaik yang bisa anda sumbangkan, dan anda akan memperoleh hasil samping yang berlimpah.

Tentang ‘duty’, begini katanya. Whatever your occupation, you have a duty to the society of which you are a member. If you are in business or industry, your duty is to create and manage the jobs, wealth, and products of that society. Mungkin disinilah arti kesetiaan, komitmen dan profesionalisme berperan. Siapapun anda, apapun pekerjaan anda, anda wajib untuk memberikan nilai lebih bagi lingkungan yang memberi anda pekerjaan. Contoh ekstrimnya bisa jadi seperti anggota mafia yang hidup matinya adalah bagi kelompoknya.

Mengenai kemampuan individual. Every individual has the potential to do great things. To reach this potential it is necessary to discover your special abilities and qualifications. Sadarilah bahwa potensi untuk menghasilkan hal-hal besar ada pada kita. Yang diperlukan adalah menemukan potensi tersembunyi dengan selalu mencoba tugas-tugas baru dan menerima tanggung jawab yang ditawarkan untuk menyelesaikan hal-hal baru, kapanpun diminta.

Bagaimana dengan ‘leadership’ ? A leader accept responsibility. This means that the welfare of that you lead must always come before your own well-being. Dengan menerima tanggung jawab maka seorang leader haruslah mendahulukan kesejahteraan anggotanya. Jadi prioritas nomor satu adalah memenuhi misi organisasi, kemudian kesejahteraan anak buah, dan barulah terakhir kesejahteran anda sebagai pemimpin.

Tentang rasa percaya diri. Self-Confidence comes from successfully completing increasingly difficult tasks and assignments. Dengan sukses-sukses kecil yang berulang dan bobotnya makin besar, maka rasa percaya diri kita akan semakin tumbuh. Untuk mencapai hal ini maka kita perlu memberikan usaha yang maksimal untuk hasil yang maksimal pada setiap penugasan, sekecil apapun pekerjaan tersebut.

Dan bagaimana dengan kesuksesan ? Success does not come from working hard. Success comes from playing hard. Karena itu bila anda ingin sukses, anda perlu memposisikan tugas anda, betapapun sulitnya ataupun mudahnya, sebagai sebuah permainan yang menyenangkan. Dengan demikian, bukan saja anda akan mendapat kesuksesan, namun juga anda akan menikmatinya.

Kisah Jendral dan 3 Kolonel

Cohen juga banyak memberi illustrasi. Salah satunya adalah tentang strategi untuk mempengaruhi. Alkisah, ada seorang jendral yang membawahi tiga kolonel komandan resimen yang punya karakter berbeda-beda. Kolonel pertama selalu ingin mengerjakan sesuatu menurut caranya sendiri dan hasilnya selalu bagus. Kolonel kedua selalu melaksanakan perintah, namun inisiatifnya kurang. Kolonel ketiga cenderung menentang dan selalu ingin melakukan hal yang berlawanan dengan yang diperintahkan.

Beberapa hari kemudian, pasukan yang dipimpin sang jendral menghadapi musuh yang perlu diserang. Pak jendral kemudian mengirimkan perintah yang berbeda-beda kepada para kolonelnya. Kepada kolonel pertama dia berkata: “Kolonel A, kita akan menyerang musuh. Saya memilih resimen anda sebagai penyerang utama untuk melumpuhkan lawan. Resimen kedua akan menyerang dari sisi kiri dan resimen ketiga akan menyerang dari kanan. Serang tepat pada jam 12.00. Laksanakan dan saya tidak perlu menjelaskan detilnya lagi.”

Kepada kolonel ketiga, dia melakukan pendekatan lain, katanya “Kolonel C, kita menemui musuh yang berat. Saya tidak yakin kita bisa menyerang dengan kekuatan yang ada saat ini.” Seperti yang sudah diperkirakan, kolonel ketiga tersebut tidak setuju, “Jendral, tentu kita harus menyerang. Beri resimen saya kesempatan dan anda akan melihat kita berhasil.”
“Baik kalau begitu, kita akan coba,” kata sang jendral, kemudian selanjutnya dia memberikan perintah resmi yang sudah disiapkan sebelumnya.

Sedangkan kepada kolonel yang kedua, dia memberikan perintah penyerangan biasa, namun dengan tambahan langkah-langkah yang lebih rinci dibandingkan dengan perintah kepada dua kolonel lainnya.

Hasilnya ? Ketiga resimen tadi melakukan penyerangan dengan sukses.

Ya, dengan memahami karakter manusia yang kita hadapi, akan sangat membantu bagaimana kita mengelolanya.

Tentang ‘power’ itu sendiri, mungkin perlu kita cermati juga kutipan dari buku Cohen berikut ini: “People who manage power properly do so in a way that inspires the commitment and/or cooperation of others. They perceive power not as an end in itself, but as a means to an end.”

Advertisement

Responses

  1. Seto..bravo…kalau yang begini saya tidak punya pilihan…silakan..LANJUTKAN…yang beginian lho yang lain mah….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.