<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cerita tentang Buku yang Inspiratif</title>
	<atom:link href="http://bukuhebat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bukuhebat.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 May 2009 14:37:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bukuhebat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cerita tentang Buku yang Inspiratif</title>
		<link>http://bukuhebat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bukuhebat.wordpress.com/osd.xml" title="Cerita tentang Buku yang Inspiratif" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bukuhebat.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Talk-inc Points: Prisma Multiwarna</title>
		<link>http://bukuhebat.wordpress.com/2009/05/31/talk-inc-points-prisma-multiwarna/</link>
		<comments>http://bukuhebat.wordpress.com/2009/05/31/talk-inc-points-prisma-multiwarna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 14:37:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisetoagung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritual & Soft Skill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buku-inspiratif.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Membaca buku ini bagaikan melihat indahnya cendrawasih dalam prisma tiga sisi yang warna warni. Ilmu berkomunikasi sudah banyak dibahas dan ditulis orang. Namun buku ini menjadi menarik karena disajikan oleh tiga orang dengan perspektif yang berbeda. Alexander Sriewijono, psikolog dengan background akademik yang cukup kuat, mengawali buku ini dengan  meng-quote kata-kata Ben Jonson: &#8220;To speak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuhebat.wordpress.com&amp;blog=6104734&amp;post=75&amp;subd=bukuhebat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><img class="alignright size-full wp-image-78" title="30052009(001)" src="http://bukuhebat.files.wordpress.com/2009/05/30052009001.jpg?w=500" alt="30052009(001)"   />Membaca buku ini bagaikan melihat indahnya cendrawasih dalam prisma tiga sisi yang warna warni. Ilmu berkomunikasi sudah banyak dibahas dan ditulis orang. Namun buku ini menjadi menarik karena disajikan oleh tiga orang dengan perspektif yang berbeda.</p>
<p>Alexander Sriewijono, psikolog dengan <em>background</em> akademik yang cukup kuat, mengawali buku ini dengan  meng-<em>quote</em> kata-kata Ben Jonson: <em>&#8220;To speak and to speak well are to things. A fool may talk, but a wise man speaks&#8221;</em>.</p>
<p>Apakah anda harus terlahir menjadi orang bijak agar dapat berkomunikasi dengan baik ? Tentu tidak. Semua itu bisa dipelajari dan dilatih. Langkah pertama adalah petakan kekuatan dan kekhasan diri anda. Menurut Alex, ada tiga belas kompetensi yang perlu dimiliki dan diperkuat, yaitu 13C mulai dari <em>Confidence</em> dan sebelas C lainnya sampai <em>Conclusion</em> atau kemampuan untuk menutup pembicaraan secara efisien, efektif dan impresif.</p>
<p>Hal penting lainnya adalah <em>beautiful mind</em> untuk mendorong komunikasi yang positif. Coba renungkan kutipan dari Frank Garafola ini: <em>&#8220;The difference between a smartman and a wise man is that a smart man knows what to say, a wise man knows whether or not to say it&#8221;</em>. Seorang presenter yang baik pastilah mahir memainkan kata-kata untuk menyampaikan <em>message</em>-nya namun dia juga perlu menjaga apa yang tidak perlu diucapkan.</p>
<p>Selain itu, ada hal yang sangat penting dalam <em>public speaking</em> yaitu kekuatan emosi. Dengan memberi tekanan emosi pada kata-kata anda, apa yang anda sampaikan akan lebih terasa dan terlihat sehingga efeknya bisa luar biasa.</p>
<p>Pada bagian kedua, Erwin Parengkuan, seorang praktisi <em>public speaking</em> yang mengawali karirnya dari dunia <em>broadcasting</em>, membagi ilmu dan pengalamannya. Hal yang bagi saya pribadi sangat menarik adalah <em>Total Vocal</em>, bagaimana teknik melatih vokal yang baik, mulai dari intonasi, artikulasi, <em>pause</em>, <em>pace</em> sampai cara melatih <em>power</em> dengan jurus &#8220;Hu Hah&#8221; dan &#8220;Hih-hah-huh&#8221;.</p>
<p>Kunci lainnya adalah <em>Powerful Words</em> untuk dapat menyihir pendengar anda menangkap apa yang anda sampaikan. Hal ini ternyata perlu ditunjang oleh empat aspek yaitu: tahu persis apa yang disampaikan dan kepada siapa, penyampaiannya menyentuh aspek personal, disampaikan dengan penuh ketulusan, dan logis atau masuk akal.</p>
<p>Bagian ketiga ditulis oleh Becky Tumewu, juga seorang praktisi di bidang <em>public speaking</em> ini, membahas tentang <em>total image</em>, dan bagaimana menciptakan <em>brand image</em> yang kuat. Komunikasi yang utuh tidak hanya berisi kata-kata hebat, tetapi juga ditunjang oleh bahasa tubuh, mimik wajah dan sorot mata. Di sini Becky membagi banyak tips praktis yang bisa anda pelajari dan praktekkan.</p>
<p>Apakah <em>brand image</em> hanya untuk orang terkenal ? Tidak, siapapun anda, sebaiknya menciptakan <em>brand image</em> anda. Yang penting, <em>brand image</em> harus sesuai dengan kenyataan, apa yang anda tampilkan saat &#8220;manggung&#8221; haruslah sesuai dengan panggung kehidupan anda sendiri.</p>
<p>Kejujuran juga coba disampaikan buku setebal lebih dari tiga ratus halaman ini. Pada DVD yang menyertai buku ini, selain menyampaikan opini tiga penulis buku ini plus sembilan orang tokoh panggung lainnya secara formal, diberikan juga cuplikan <em>&#8220;behind the stage&#8221;</em>-nya yang mencerminkan <em>personality</em> mereka di luar panggung.  </p>
<p>Well done !</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuhebat.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuhebat.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuhebat.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuhebat.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuhebat.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuhebat.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuhebat.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuhebat.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuhebat.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuhebat.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuhebat.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuhebat.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuhebat.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuhebat.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuhebat.wordpress.com&amp;blog=6104734&amp;post=75&amp;subd=bukuhebat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuhebat.wordpress.com/2009/05/31/talk-inc-points-prisma-multiwarna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d22fbf77a1b62f9e4fef065ddb13b0ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisetoagung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bukuhebat.files.wordpress.com/2009/05/30052009001.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">30052009(001)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku Hebat, Warisan Orang Hebat</title>
		<link>http://bukuhebat.wordpress.com/2009/01/13/24/</link>
		<comments>http://bukuhebat.wordpress.com/2009/01/13/24/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 10:59:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisetoagung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritual & Soft Skill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukuhebat.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[The Art of the Leader. Saya mendapat copy buku ini secara tidak sengaja. Bulan Maret 1991, saat itu saya sedang menemui kawan di kantor pusat Perumtel (sekarang PT TELKOM) yang ada di Bandung. Kebetulan saat itu sedang ada event penting. Cacuk Sudarjanto, Dirut Perumtel saat itu, sedang mengadakan rapat pimpinan dengan para kepala wilayah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuhebat.wordpress.com&amp;blog=6104734&amp;post=24&amp;subd=bukuhebat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="clear_right"><strong><img class="alignright size-full wp-image-71" title="cohen2" src="http://bukuhebat.files.wordpress.com/2009/01/cohen2.jpg?w=500" alt="cohen2"   />The Art of the Leader.</strong> Saya mendapat copy buku ini secara tidak sengaja. Bulan Maret 1991, saat itu saya sedang menemui kawan di kantor pusat Perumtel (sekarang PT TELKOM) yang ada di Bandung. Kebetulan saat itu sedang ada event penting. Cacuk Sudarjanto, Dirut Perumtel saat itu, sedang mengadakan rapat pimpinan dengan para kepala wilayah dan pejabat tinggi lainnya. Beliau, suhu manajemen sekaligus pemimpin yang luar biasa, sedang membagikan ilmunya. Buku yang beliau baca diperintahkannya untuk dicopy dan dibagikan kepada para pejabat tinggi tadi. Nah, kebetulan walau hanya staf biasa, kawan saya bisa mendapat dua copy dan membaginya satu untuk saya.</div>
<p>Buku yang ditulis oleh William A. Cohen, Ph.D., seorang mantan militer alumnus West Point dan juga murid Peter Drucker ini memberikan tutorial yang sangat praktis sekaligus mampu memberikan sentuhan spiritual.</p>
<h3>Maxims</h3>
<p>Mari kita lihat beberapa maxim/prinsipnya.<br />
<strong>Compensation, whether in the form of profit, salary, or job-satisfaction, is the by-product of your contribution to society. It is an error to make compensation the focus of your life&#8217;s work.</strong> Bayangkan, betapa dalam maknanya. Bila anda bekerja, janganlah fokus pada kompensasi (gaji, keuntungan, dsb) karena itu hanyalah hasil sampingan saja dari kontribusi anda ke lingkungan dimana anda berkarya. Bila hanya fokus pada kompensasi, maka anda tidak akan bisa mengeluarkan seluruh potensi yang anda miliki. Fokuslah pada hasil terbaik yang bisa anda sumbangkan, dan anda akan memperoleh hasil samping yang berlimpah.</p>
<p>Tentang &#8216;duty&#8217;, begini katanya. <strong>Whatever your occupation, you have a duty to the society of which you are a member. If you are in business or industry, your duty is to create and manage the jobs, wealth, and products of that society.</strong> Mungkin disinilah arti kesetiaan, komitmen dan profesionalisme berperan. Siapapun anda, apapun pekerjaan anda, anda wajib untuk memberikan nilai lebih bagi lingkungan yang memberi anda pekerjaan. Contoh ekstrimnya bisa jadi seperti anggota mafia yang hidup matinya adalah bagi kelompoknya.</p>
<p>Mengenai kemampuan individual. <strong>Every individual has the potential to do great things. To reach this potential it is necessary to discover your special abilities and qualifications.</strong> Sadarilah bahwa potensi untuk menghasilkan hal-hal besar ada pada kita. Yang diperlukan adalah menemukan potensi tersembunyi dengan selalu mencoba tugas-tugas baru dan menerima tanggung jawab yang ditawarkan untuk menyelesaikan hal-hal baru, kapanpun diminta.</p>
<p>Bagaimana dengan &#8216;leadership&#8217; ? <strong>A leader accept responsibility. This means that the welfare of that you lead must always come before your own well-being.</strong> Dengan menerima tanggung jawab maka seorang leader haruslah mendahulukan kesejahteraan anggotanya. Jadi prioritas nomor satu adalah memenuhi misi organisasi, kemudian kesejahteraan anak buah, dan barulah terakhir kesejahteran anda sebagai pemimpin.</p>
<p>Tentang rasa percaya diri. <strong>Self-Confidence comes from successfully completing increasingly difficult tasks and assignments.</strong> Dengan sukses-sukses kecil yang berulang dan bobotnya makin besar, maka rasa percaya diri kita akan semakin tumbuh. Untuk mencapai hal ini maka kita perlu memberikan usaha yang maksimal untuk hasil yang maksimal pada setiap penugasan, sekecil apapun pekerjaan tersebut.</p>
<p>Dan bagaimana dengan kesuksesan ? <strong>Success does not come from working hard. Success comes from playing hard.</strong> Karena itu bila anda ingin sukses, anda perlu memposisikan tugas anda, betapapun sulitnya ataupun mudahnya, sebagai sebuah permainan yang menyenangkan. Dengan demikian, bukan saja anda akan mendapat kesuksesan, namun juga anda akan menikmatinya.</p>
<h3>Kisah Jendral dan 3 Kolonel</h3>
<p>Cohen juga banyak memberi illustrasi. Salah satunya adalah tentang strategi untuk mempengaruhi. Alkisah, ada seorang jendral yang membawahi tiga kolonel komandan resimen yang punya karakter berbeda-beda. Kolonel pertama selalu ingin mengerjakan sesuatu menurut caranya sendiri dan hasilnya selalu bagus. Kolonel kedua selalu melaksanakan perintah, namun inisiatifnya kurang. Kolonel ketiga cenderung menentang dan selalu ingin melakukan hal yang berlawanan dengan yang diperintahkan.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, pasukan yang dipimpin sang jendral menghadapi musuh yang perlu diserang. Pak jendral kemudian mengirimkan perintah yang berbeda-beda kepada para kolonelnya. Kepada kolonel pertama dia berkata: &#8220;Kolonel A, kita akan menyerang musuh. Saya memilih resimen anda sebagai penyerang utama untuk melumpuhkan lawan. Resimen kedua akan menyerang dari sisi kiri dan resimen ketiga akan menyerang dari kanan. Serang tepat pada jam 12.00. Laksanakan dan saya tidak perlu menjelaskan detilnya lagi.&#8221;</p>
<p>Kepada kolonel ketiga, dia melakukan pendekatan lain, katanya &#8220;Kolonel C, kita menemui musuh yang berat. Saya tidak yakin kita bisa menyerang dengan kekuatan yang ada saat ini.&#8221; Seperti yang sudah diperkirakan, kolonel ketiga tersebut tidak setuju, &#8220;Jendral, tentu kita harus menyerang. Beri resimen saya kesempatan dan anda akan melihat kita berhasil.&#8221;<br />
&#8220;Baik kalau begitu, kita akan coba,&#8221; kata sang jendral, kemudian selanjutnya dia memberikan perintah resmi yang sudah disiapkan sebelumnya.</p>
<p>Sedangkan kepada kolonel yang kedua, dia memberikan perintah penyerangan biasa, namun dengan tambahan langkah-langkah yang lebih rinci dibandingkan dengan perintah kepada dua kolonel lainnya.</p>
<p>Hasilnya ? Ketiga resimen tadi melakukan penyerangan dengan sukses.</p>
<p>Ya, dengan memahami karakter manusia yang kita hadapi, akan sangat membantu bagaimana kita mengelolanya.</p>
<p>Tentang &#8216;power&#8217; itu sendiri, mungkin perlu kita cermati juga kutipan dari buku Cohen berikut ini: <strong>&#8220;People who manage power properly do so in a way that inspires the commitment and/or cooperation of others. They perceive power not as an end in itself, but as a means to an end.&#8221;</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuhebat.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuhebat.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuhebat.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuhebat.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuhebat.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuhebat.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuhebat.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuhebat.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuhebat.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuhebat.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuhebat.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuhebat.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuhebat.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuhebat.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuhebat.wordpress.com&amp;blog=6104734&amp;post=24&amp;subd=bukuhebat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuhebat.wordpress.com/2009/01/13/24/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d22fbf77a1b62f9e4fef065ddb13b0ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisetoagung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bukuhebat.files.wordpress.com/2009/01/cohen2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cohen2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sehat ala Diet Keajaiban Enzim</title>
		<link>http://bukuhebat.wordpress.com/2009/01/09/hello-world/</link>
		<comments>http://bukuhebat.wordpress.com/2009/01/09/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 01:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisetoagung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan Jasmani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukuhebat.wordpress.com/2009/01/09/hello-world/</guid>
		<description><![CDATA[The Miracle of Enzyme. Saat pertama membaca judul buku ini mungkin orang bisa bersikap skeptis, apalagi dengan tambahan sub-judul &#8216;Self-healing Program&#8217;. Namun bila kita lihat lebih jauh, dengan pengalaman penulisnya yang sudah melihat isi lambung dan usus lebih dari 300 ribu pasiennya, maka kita bisa pertimbangkan kebenarannya. Ya, sang penulis, Hiromi Shinya MD, adalah dokter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuhebat.wordpress.com&amp;blog=6104734&amp;post=1&amp;subd=bukuhebat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignright size-full wp-image-15" title="shinya-book" src="http://bukuhebat.files.wordpress.com/2009/01/shinya-book.jpg?w=500" alt="shinya-book"   />The Miracle of Enzyme.</strong> Saat pertama membaca judul buku ini mungkin orang bisa bersikap skeptis, apalagi dengan tambahan sub-judul &#8216;Self-healing Program&#8217;. Namun bila kita lihat lebih jauh, dengan pengalaman penulisnya yang sudah melihat isi lambung dan usus lebih dari 300 ribu pasiennya, maka kita bisa pertimbangkan kebenarannya. Ya, sang penulis, Hiromi Shinya MD, adalah dokter pelopor pengobatan dengan kolonoskop, dimana alat ini dimasukkan ke lambung atau usus, sehingga polip atau tumor bisa diambil tanpa harus membedah perut pasien. Buku ini memberikan resep hidup sehat berdasarkan pengamatan perilaku, khususnya pola makan, para pasien tersebut.</p>
<p>Menurut Shinya, enzim memegang peranan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Sayangnya enzim ini bisa berkurang atau bahkan habis, karena digunakan untuk menetralisir racun atau zat asing lain yang masuk ke tubuh kita. Jadi inti dari pola hidup yang disarankan adalah menghemat enzim dengan cara mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak enzim dan menghindari asupan yang bakal menguras enzim.</p>
<h3>Mitos dan Fakta</h3>
<p>Anda umumnya tentu sepakat bila rokok dan alkohol perlu dihindari karena itu sebenarnya racun yang membuat tubuh bekerja keras menetralisirnya. Namun bagaimana dengan daging (termasuk ayam), susu dan produk turunannya (termasuk yoghurt, keju), margarin (produk nabati) ? Apakah kita perlu menghindarinya ? Jawaban Shinya-san adalah: ya, makanan tersebut tidak perlu dikonsumsi.</p>
<p>Dari pengamatan lambung dan usus orang yang mengkonsumsi makanan tersebut dibandingkan dengan yang hanya makan sayuran, terlihat bahwa dinding usus besar orang yang makan daging umumnya menjadi tebal dan kaku, juga bisa timbul polip yang berpotensi menjadi kanker (hal.57-58).</p>
<p>Susu termasuk makanan yang sulit dicerna. Kasein, yang membentuk sekitar 80% dari protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung sehingga menjadi sangat sulit dicerna. Selain itu, susu yang dipasteusisasi tidak mengandung enzim-enzim yang berharga, lemaknya telah teroksidasi dan kualitas proteinnya berubah akibat suhu yang tinggi (hal.100).</p>
<p>Bagaimana dengan margarin ? Walaupun terbuat dari minyak tumbuhan, namun kebanyakan minyak yang ada di pasaran diperoleh melalui metode ekstraksi kimiawi dan minyak yang disaring dengan metode ini berubah menjadi asam lemak trans. Makanan yang mengandung paling banyak asam lemak trans adalah margarin. Lemak trans ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat, serta berpotensi menyebabkan kanker, hipertensi, penyakit jantung (hal.119-122).</p>
<h3>Sebaiknya Bagaimana ?</h3>
<p>Menu makan yang disarankan terdiri dari 85-90% makanan nabati dan 10-15% protein hewani.<br />
Makanan nabati sebaiknya 50% biji-bijian utuh (beras coklat, gandum utuh, sereal, kacang kedelai, kacang merah), 30% sayuran (sayuran hijau, kuning, umbi-umbian, kentang wortel, bit, sayuran laut), 5-10% buah-buahan.<br />
Protein hewani sebaiknya dari ikan, telur, sedangkan unggas sedikit saja dan sapi, domba dibatasi atau dihindari (hal. 259-260).</p>
<p>Mengunyah 30-50 kali<br />
Mengunyah mensekresi air liur. Enzim-enzim pencernaan yang terdapat pada air liur, jika tercampur makanan selama dikunyah, meningkatkan pencernaan dan penyerapan karena penguraian makanan berlangsung dengan lancar (hal.95). Karena itu dianjurkan untuk mengunyah makanan dengan baik, sekitar 30-50 kali kunyah tiap suapan. Untuk makanan yang sulit dicerna bahkan perlu minimal 70 kali kunyah.</p>
<p>Bagaimana, anda mau mencoba dan siap untuk lebih sehat ?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuhebat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuhebat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuhebat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuhebat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuhebat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuhebat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuhebat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuhebat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuhebat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuhebat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuhebat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuhebat.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuhebat.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuhebat.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuhebat.wordpress.com&amp;blog=6104734&amp;post=1&amp;subd=bukuhebat&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuhebat.wordpress.com/2009/01/09/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d22fbf77a1b62f9e4fef065ddb13b0ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisetoagung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bukuhebat.files.wordpress.com/2009/01/shinya-book.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">shinya-book</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
